Sabtu, 11 Juni 2016

Yang Maha Memiliki Kasih Sayang

Assalammu'alaikum

Apa kabar pembaca blogku. Semoga kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan meyelimuti kita selalu. Amin amin ya robbal'alamin. 

Pada kesempatan ini, saya akan berbagi mengenai bab awal naskahku. Tema yang mendasarinya adalah mengenai kasih sayang. Saya rasa cukup buat pengantarnya ya. Takutnya pembaca sudah enggak sabar ingin tahu seperti apa isinya. Baiklah, akan saya tunjukkan. Kritik dan sarannya ditunggu. Terima kasih. 
Selamat membaca. Tetap Semangat. Salam Bahagia.

Yang Maha Memiliki Kasih Sayang
Alloh yang Maha Ar-Rakhman dan Maha Ar-Rokhim telah menyadarkan kita sebagai manusia untuk senantiasa bersyukur. Atas semua yang telah kita terima dan rasakan sampai detik ini. Namun terkadang kita  sebagai manusia lebih sering lupa untuk bersyukur akan hal itu, mungkin karena kita sebagai manusia menganggap hal itu menjadi hal yang sudah biasa. Terkadang kekhilafan lebih sering mampir dalam diri kita di setiap perjalanan kehidupan kita.
Sudah berapa banyak kehilafan dan kesalahan yang menyelimuti diri ini. Namun Alloh SWT senantiasa memberikan limpahan rahmat dan rezekiNya untuk kita semua sebagai hambaNya. Alloh selalu saja menunjukkan Ar-Rakhman dan  Ar-Rokhim Nya tanpa memandang pada siapa pun dan  seperti apa hambaNya  itu. Semua itu bermuara karena kasih sayang Alloh SWT yang tak tidak terbatas.
Salah satu sifat wajib bagi Alloh SWT yaitu wujud yang artinya ada.  Namun atas kehendak  Alloh saat ini kita tak bisa melihatNya. Karena Alloh SWT juga memliki sifat Mukhalafatu lil hawadisi  yang berarti bahwa Alloh SWT tidak sama dengan makhlukNya. Tak terhitung sudah seberapa banyak nikmat Alloh SWT yang terlupakan oleh manusia, namun di balik itu  semua rahmat dan kasih sayang Alloh SWT masih selalu terbentang luas.
Alloh SWT lah yang Maha Memiliki Kasih Sayang. Tak ada satu  pun pembanding yang bisa menyamai kasih sayangNya. Maha adalah titik tertinggi untuk menunjukkan bahwa Alloh SWT lah yang kasih sayangnya tertinggi.
  Bukti bahwa kasih sayang Alloh SWT tak terbatas dan untuk seluruh hambaNya siapa pun itu adalah bahwa pernahkah kita sebagai manusia berfikir atas kehidupan yang kita jalani sampai detik ini. Setiap hembusan nafas yang kita rasakan. Tanpa kita harus membayar terlebih dahulu atau mengumpulkan uang setoran yag nantinya sebagai biaya utuk nafas yang telah kita hirup dalam hidu ini.
Itu hanyalah salah satu nikmat yang sering terlupakan dari sekian banyaknya nikmat  yang kita rasakan. Sampai detik ini pun Alloh SWT di saat Anda membaca tulisan ini masih diberikan berbagai nikmat oleh Alloh SWT yang Maha memiliki kasih sayang. Nikmat sehat dan sempat  yang masih kita rasakan untuk melakukan aktivitas dalam keseharian kita merupakan salah satu anugerah yang sudah semestinya kita syukuri.

Lantas bagaimanakah kita mensyukuri nikmat Alloh SWT dalam keseharian kita. Tenang tenang, tak perlu risau. Ternyata banyak hal dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kita. Hal pertama dan paling sederhana yang bisa dilakukan yaitu dengan merengkuh kasih sayang Alloh SWT yang Maha memiliki kasih sayang. Ketika kita sebagai hambaNya bisa merengkuh kasih sayang menakjubkan luar biasa itu, maka hidup kita akan menjadi tenang. Kedamaian akan menyelimuti langkah kita dalam kehidupan ini.
Merengkuh yang bagaimana ? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan di kepala saat ini. Baiklah, nanti akan saya jelaskan selanjutnya.
Dalam kehidupan ini setiap orang menghendaki dirinya untuk bahagia. Iya benar sekali. Bahagia dunia dan akhirat. Itulah yang diharapkan  semua orang. Banyak sekali definisi yang mengartikan makna bahagia itu sendiri. Sebagian orang memiliki pandangannya masing-masing terhadap arti dari bahagia itu sendiri. Bermacam-macam bentuknya. Mulai dari hal yang sederhana sampai hal yang sangat istimewa dan luar biasa.
Bahagia yang hakiki yaitu kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh jiwa dan raga. Kebutuhan yang harus dicukupi oleh dua komponen ini bisa dipenuhi dengan kasih sayangnya Alloh SWT. Merengkuh kasih sayangNya dan mematrinya dalam diri kita, maka dari hal itulah akan kita temukan bahagia yang sejati.
Alloh itu Maha baik. Maka untuk merengkuh kasih sayangNya pun harus dengan cara yang baik. Langkah awal yang bisa dilakukan yaitu dengan menata niat kita untuk menjadi pribadi yang  baik semata-mata karena Alloh ta’ala. Bukan suatu kesalahan bila seseorang memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik.
Kemudian bukalah dan luaskan hati kita untuk menerima kebenaran illahi. Yang bersumber dari kitab sucinya yaitu Al –Qur’an dan As-Sunnah dari rosul pilihannya yaitu Rosululloh SAW.
Selanjutnya berakhaklah  yang baik,  yaitu akhlakul karimah. Dimana diri kita senantiasa memperbaiki perilaku kita yang sebelumnya kurang baik dirubah menjadi baik, serta yang sudah baik ditingkatkan lagi. Menciptakan kasih sayang kepada semua makhluk ciptakan Alloh SWT, tidak hanya manusia semata, tetapi pada tumbuhan maupun hewan. Dari menciptakan dan menumbuhkan kasih sayang itulah akan tercipta rasa toleransi, menghargai,  melengkapi bahkan hingga berempati. Kepekaan perasaan akan terasah dari rasa kasih sayang yang tulus diciptakan dan terus ditumbuhkan setiap hari. Dengan selalu disirami oleh keikhlasan dan akhlakul karimah. Selain itu juga mendirikan dan melaksanakan perintah-perintah Alloh SWT dan sunnah-sunnah Rosululloh SAW.
Langkah yang berikutnya yaitu senantiasa mengistiqomahkan diri untuk berada pada jalur kebaikan dan kebenaran. Ketika godaan mulai datang menghampiri dan menggoyahkan keteguhan, maka berlakulah tegas dalam diri demi kebaikan yang terus dilakukan dan ditegakkan. Perkuatlah keyakinan dalam diri dan kokohkkan niat yang sudah ditanam sedari awal melangkah. Bukan berarti orang-orang yang berbuat kebaikan tidak dihadapkan dengan halangan dan rintangan. Justru orang-orang baik dalam perjuangannya akan dipenuhi dengan berbagai ujian dan cobaan yang terkadang kita sebagai  manusia tak berfikir sebelumnya, yaitu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nantinya.
Namun janganlah itu semua menjadikan diri merasa risau. Karena tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Segala permasalahan hidup pasti ada jalan keluarnya. Maka dengan menyandarkan dan menggantungkan semuanya pada Alloh SWT yang Maha Menguasai Segalanya, diri kita akan kuat. Sesungguhnya karena hanya pada Alloh lah kita sebagai manusia meminta petunjuk, bimbingan, serta kasih sayangNya.
Maka dengan kita terus meminta dan selalu diiringi dengan usaha, Alloh SWT akan datang menjemput kita tatkala diri mengetuk pintu kemurahanNya.                 
Berhijrah untuk menjadi manusia lebih baik itu pilihan. Dan tetap menjadi manusia yang statis tanpa mau berubah menjadi manusia yang lebih baik itu juga pilihan. Setiap orang dikaruniai dengan akalnya. Tinggal bagaimanakah akal itu berfungsi baik atau tidaknya. Bukan orang lain yang menentukan menjadi seperti apa dan bagaimana diri kita, namun keputusan kitalah yang akan menentukan langkah kita untuk  diri kita melangkah dan menentukan seperti apakah kita.
Selain itu alasan apapun dan keadaan bagaimanapun bukanlah pemicu yang menjadikan diri menjadi lemah dan cengeng. Justru itulah faktor yang  harus menjadi pendorong agar diri menjadi lebih  kuat dan tangguh serta selalu istiqomah melangkah menjadi manusia baik. Kasih sayang Alloh SWT maha luas. Dan siapapun berhak atas kasih sayang itu. Kenalilah siapa  diri kita maka kita akan mengenal Alloh SWT dalam kehidupan kita.
Merengkuh kasih sayang Alloh SWT dengan penuh keikhlasan akan membuat diri menjadi lebih berarti. Dan dari situlah akan kita temukan kebahagiaan yang hakiki.
Amin amin ya robbal'alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar