Apa kabar pembaca blogku. Semoga kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan meyelimuti kita selalu. Amin amin ya robbal'alamin.
Pada kesempatan ini, saya akan berbagi mengenai bab awal naskahku. Tema yang mendasarinya adalah mengenai kasih sayang. Saya rasa cukup buat pengantarnya ya. Takutnya pembaca sudah enggak sabar ingin tahu seperti apa isinya. Baiklah, akan saya tunjukkan. Kritik dan sarannya ditunggu. Terima kasih.
Selamat membaca. Tetap Semangat. Salam Bahagia.
Yang Maha Memiliki Kasih Sayang
Alloh yang Maha Ar-Rakhman dan Maha Ar-Rokhim telah menyadarkan
kita sebagai manusia untuk senantiasa bersyukur. Atas semua yang telah kita
terima dan rasakan sampai detik ini. Namun terkadang kita sebagai manusia lebih sering lupa untuk
bersyukur akan hal itu, mungkin karena kita sebagai manusia menganggap hal itu
menjadi hal yang sudah biasa. Terkadang kekhilafan lebih sering mampir dalam
diri kita di setiap perjalanan kehidupan kita.
Sudah berapa banyak kehilafan dan kesalahan yang menyelimuti diri
ini. Namun Alloh SWT senantiasa memberikan limpahan rahmat dan rezekiNya untuk
kita semua sebagai hambaNya. Alloh selalu saja menunjukkan Ar-Rakhman dan Ar-Rokhim Nya tanpa memandang pada siapa pun
dan seperti apa hambaNya itu. Semua itu bermuara karena kasih sayang
Alloh SWT yang tak tidak terbatas.
Salah satu sifat wajib bagi Alloh SWT yaitu wujud yang artinya
ada. Namun atas kehendak Alloh saat ini kita tak bisa melihatNya.
Karena Alloh SWT juga memliki sifat Mukhalafatu lil hawadisi yang berarti bahwa Alloh SWT tidak sama
dengan makhlukNya. Tak terhitung sudah seberapa banyak nikmat Alloh SWT yang
terlupakan oleh manusia, namun di balik itu
semua rahmat dan kasih sayang Alloh SWT masih selalu terbentang luas.
Alloh SWT lah yang Maha Memiliki Kasih Sayang. Tak ada satu pun pembanding yang bisa menyamai kasih
sayangNya. Maha adalah titik tertinggi untuk menunjukkan bahwa Alloh SWT lah
yang kasih sayangnya tertinggi.
Bukti bahwa kasih sayang Alloh SWT tak
terbatas dan untuk seluruh hambaNya siapa pun itu adalah bahwa pernahkah kita
sebagai manusia berfikir atas kehidupan yang kita jalani sampai detik ini. Setiap
hembusan nafas yang kita rasakan. Tanpa kita harus membayar terlebih dahulu
atau mengumpulkan uang setoran yag nantinya sebagai biaya utuk nafas yang telah
kita hirup dalam hidu ini.
Itu hanyalah salah satu nikmat yang sering terlupakan dari sekian
banyaknya nikmat yang kita rasakan.
Sampai detik ini pun Alloh SWT di saat Anda membaca tulisan ini masih diberikan
berbagai nikmat oleh Alloh SWT yang Maha memiliki kasih sayang. Nikmat
sehat dan sempat yang masih kita rasakan untuk
melakukan aktivitas dalam keseharian kita merupakan salah satu anugerah yang
sudah semestinya kita syukuri.
Lantas bagaimanakah kita mensyukuri nikmat Alloh SWT dalam keseharian
kita. Tenang tenang, tak perlu risau. Ternyata banyak hal dilakukan sebagai
bentuk rasa syukur kita. Hal pertama dan paling sederhana yang bisa dilakukan
yaitu dengan merengkuh kasih sayang Alloh SWT yang Maha memiliki kasih sayang.
Ketika kita sebagai hambaNya bisa merengkuh kasih sayang menakjubkan luar biasa
itu, maka hidup kita akan menjadi tenang. Kedamaian akan menyelimuti langkah
kita dalam kehidupan ini.
Merengkuh yang bagaimana ? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan di
kepala saat ini. Baiklah, nanti akan saya jelaskan selanjutnya.
Dalam kehidupan ini setiap orang menghendaki dirinya untuk bahagia.
Iya benar sekali. Bahagia dunia dan akhirat. Itulah yang diharapkan semua orang. Banyak sekali definisi yang
mengartikan makna bahagia itu sendiri. Sebagian orang memiliki pandangannya
masing-masing terhadap arti dari bahagia itu sendiri. Bermacam-macam bentuknya.
Mulai dari hal yang sederhana sampai hal yang sangat istimewa dan luar biasa.
Bahagia yang hakiki yaitu kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh jiwa
dan raga. Kebutuhan yang harus dicukupi oleh dua komponen ini bisa dipenuhi
dengan kasih sayangnya Alloh SWT. Merengkuh kasih sayangNya dan mematrinya
dalam diri kita, maka dari hal itulah akan kita temukan bahagia yang sejati.
Alloh itu Maha baik. Maka untuk merengkuh kasih sayangNya pun harus
dengan cara yang baik. Langkah awal yang bisa dilakukan yaitu dengan menata
niat kita untuk menjadi pribadi yang
baik semata-mata karena Alloh ta’ala. Bukan suatu kesalahan bila
seseorang memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik.
Kemudian bukalah dan luaskan hati kita untuk menerima kebenaran
illahi. Yang bersumber dari kitab sucinya yaitu Al –Qur’an dan As-Sunnah dari
rosul pilihannya yaitu Rosululloh SAW.
Selanjutnya berakhaklah yang
baik, yaitu akhlakul karimah. Dimana
diri kita senantiasa memperbaiki perilaku kita yang sebelumnya kurang baik
dirubah menjadi baik, serta yang sudah baik ditingkatkan lagi. Menciptakan
kasih sayang kepada semua makhluk ciptakan Alloh SWT, tidak hanya manusia semata,
tetapi pada tumbuhan maupun hewan. Dari menciptakan dan menumbuhkan kasih
sayang itulah akan tercipta rasa toleransi, menghargai, melengkapi bahkan hingga berempati. Kepekaan perasaan
akan terasah dari rasa kasih sayang yang tulus diciptakan dan terus ditumbuhkan
setiap hari. Dengan selalu disirami oleh keikhlasan dan akhlakul karimah.
Selain itu juga mendirikan dan melaksanakan perintah-perintah Alloh SWT dan
sunnah-sunnah Rosululloh SAW.
Langkah yang berikutnya yaitu senantiasa mengistiqomahkan diri
untuk berada pada jalur kebaikan dan kebenaran. Ketika godaan mulai datang
menghampiri dan menggoyahkan keteguhan, maka berlakulah tegas dalam diri demi
kebaikan yang terus dilakukan dan ditegakkan. Perkuatlah keyakinan dalam diri
dan kokohkkan niat yang sudah ditanam sedari awal melangkah. Bukan berarti
orang-orang yang berbuat kebaikan tidak dihadapkan dengan halangan dan rintangan.
Justru orang-orang baik dalam perjuangannya akan dipenuhi dengan berbagai ujian
dan cobaan yang terkadang kita sebagai manusia
tak berfikir sebelumnya, yaitu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nantinya.
Namun janganlah itu semua menjadikan diri merasa risau. Karena
tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Segala permasalahan hidup pasti ada
jalan keluarnya. Maka dengan menyandarkan dan menggantungkan semuanya pada
Alloh SWT yang Maha Menguasai Segalanya, diri kita akan kuat. Sesungguhnya
karena hanya pada Alloh lah kita sebagai manusia meminta petunjuk, bimbingan,
serta kasih sayangNya.
Maka dengan kita terus meminta dan selalu diiringi dengan usaha,
Alloh SWT akan datang menjemput kita tatkala diri mengetuk pintu kemurahanNya.
Berhijrah untuk menjadi manusia lebih baik itu pilihan. Dan tetap
menjadi manusia yang statis tanpa mau berubah menjadi manusia yang lebih baik
itu juga pilihan. Setiap orang dikaruniai dengan akalnya. Tinggal bagaimanakah
akal itu berfungsi baik atau tidaknya. Bukan orang lain yang menentukan menjadi
seperti apa dan bagaimana diri kita, namun keputusan kitalah yang akan
menentukan langkah kita untuk diri kita
melangkah dan menentukan seperti apakah kita.
Selain itu alasan apapun dan keadaan bagaimanapun bukanlah pemicu
yang menjadikan diri menjadi lemah dan cengeng. Justru itulah faktor yang harus menjadi pendorong agar diri menjadi
lebih kuat dan tangguh serta selalu
istiqomah melangkah menjadi manusia baik. Kasih sayang Alloh SWT maha luas. Dan
siapapun berhak atas kasih sayang itu. Kenalilah siapa diri kita maka kita akan mengenal Alloh SWT dalam
kehidupan kita.
Merengkuh kasih sayang Alloh SWT dengan penuh keikhlasan akan membuat
diri menjadi lebih berarti. Dan dari situlah akan kita temukan kebahagiaan yang
hakiki.
Amin amin ya robbal'alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar